Showing posts with label Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pertanian. Show all posts

Monday, October 1, 2012

Mengenal Pestisida Organik atau Bio-pestisida dan Cara Pembuatannya

0 comments
Pestisida alami adalah pestisida yang terbuat dari bahan-bahan alami, dan mudah didapat. pestisida ini berguna untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman tanpa mengganggu kelestarian lingkungan. sebagai catatan, pestisida alami ini hanya digunakan bila diperlukan. jangan menyemprotkan pestisida alami ini bila tidak terdapat hama pada tanaman kita. biarkan tanaman itu sendiri menangkal hama secara alami. salah satu contoh pestisida alami dari ekstrak tanaman bahan yang digunakan : daun legum / kacang-kacangan yang masih mudah dan Bio-starter.
Cara pembuatan Bio-pestisida : 
  1. Daun-daunan dicincang dan selanjutnya diberi larutan Bio-starter
  2. Bahan selanjutnya direndam selama 3-5 hari. selama direndam bahan ditutupi dengan plastik hitam.
  3. Setelah 5 hari larutan dapat digunakan sebagai pestisida. dosis pemakaian adalah 5 ml/ L air.
Beberapa jenis tanaman lain dan manfaatnya sebagai Bio-pestisida alami, dapat anda lihat uraian di bawah ini. 
1. Kaliandra
  • Kandungan : Zat tanin ( getahnya )
  • Fungsi : insektisida     
  • Bagian yang digunakan : daun dan kulit batang
  • Sasaran hama/penyakit : Walang
  • Sifat racun : racun perut
2. Babadotan leutik
  • Kandungan : minyak terbang
  • Fungsi : Insektisida
  • Bagian yang digunakan : cabang dan daun
  • Organisme hama sasaran : kumbang hama gudang
  • Sifat racun : anti feedant
3. Bawang Merah. Fungsi :
  • Insektisida, bagian yang digunakan : daun, umbi. sasaran hama/penyakit : Aedes triseriatus
  • Fungisida, bagian yang digunakan : daun, umbi. sasaran hama/penyakit : layu leher akar, bercak daun kering.
  • Bakterisida, bagian yang digunakan : daun, umbi. sasaran hama/penyakit : bakteri bintil akar.
4. Bawang Putih. Fungsi : 
  • Insektisida, bagian yang digunakan : daun, umbi. sasaran hama/penyakit : Aedes triseriatus
  • Fungisida, bagian yang digunakan : daun, umbi. sasaran hama/penyakit : layu pucuk/petek, bercak kering.
  • Bakterisida, bagian yang digunakan : daun, umbi. sasaran hama/penyakit : bakteri bintil akar.
5. Lidah Buaya
  • Fungsi : Fungisida
  • Bagian yang digunakan : daun ( juice/gel )
  • Sasaran hama/penyakit : layu leher akar
6. Laos
    Fungsi :
  • Bakterisida, bagian yang digunakan : umbi / rimpang, sasaran hama/penyakit : bakteri bintil akar.
  • Fungisida, bahan yang digunakan : umbi/rimpang, sasaran hama/penyakit : layu leher akar.
7. Sirsak
  • Kandungan : buah yang mentah, biji, daun, dan akar : mengandung senyawa annonain, biji mengandung minyak 42-45%
  • Fungsi : Insektisida
  • Bagian yang digunakan : daun, biji, akar
  • Sasaran hama/penyakit : kutu daun, ulat perusak daun, ulat grayak, dan hama gudang.
8. Sirkaya
  • Kandungan biji : 42-45% lemak, annonain, dan resin.
  • Fungsi : Insektisida
  • Bagian yang digunakan : daun, biji, dan akar
  • Sasaran hama/penyakit : kutu daun, kupu-kupu ulat sutra, ulat grayak, ulat batang/ penggerek batang.
9. Pinang
  • Fungsi : Nematisida
  • Bagian yang digunakan : daun dan biji
  • Sasaran hama/penyakit : bintil akar
  • Sifat racun : Narkotika
10. Jukut Lokot Mala
  • Fungsi : Insektisida 
  • Bagian yang digunakan : daun dan biji
  • Sasaran hama/penyakit : belalang dan kupu-kupu
  • Sifat racun : Antifeedant
11. Belimbing Wuluh
  • Fungsi : Insektisida
  • Bagian yang digunakan : daun
  • Sasaran hama/penyakit : bercak coklat
  • Sifat racun : anti jamur
Demikianlah uraian singkat tentang mengenal Bio-pestisida dan cara pembuatannya. semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, terutama para petani yang bisa menggunakan cara ini agar dapat menghemat biaya.

    
Read More

Mengenal Pupuk Tunggal dan Cara Pembuatannya

7 comments
Pupuk tunggal adalah pupuk yang mengandung satu jenis zat makanan, seperti : Pupuk Nitrogen (N), Pupuk Fosfor(P) dan Pupuk Kalium (K).
A. Nitrogen (N)
Bentuk dan Fungsi Nitrogen (N)
Nitrogen dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang besar, umumnya menjadi faktor pembatas pada tanah-tanah yang tidak di pupuk. bentuknya berupa asam amino,amida dan amin yang berfungsi sebagai kerangka ( building blocks ) dan senyawa antara ( intermediary compounds ). berupa protein, khlorofil, asam nukleat : protein atau ensim mengatur reaksi biokimia, Nitrogen merupakan bagian utuh dari struktur khlorofil, warna hijau pucat atau kekuningan disebabkan kekahatan Nitrogen, sebagai bahan dasar DNA dan RNA. 
Bentuk NH3 ( amoniak ) diserap oleh daun dari udara atau dilepas dari daun ke udara, jumlahnya tergantung kosentrasi di udara. sebagian besar Nitrogen di ambil akar dalam bentuk anorganik, jumlahnya tergantung kondisi tanah. di dalam unsur nitrogen dapat mengalami alih rupa sebagai berikut : mineralisasi, imobilisasi, nitrifikasi, polatirisasi, fiksasi nitrogen.
Pupuk Nitrogen ini, biasanya digunakan oleh petani bagi pertumbuhan tanaman sayur berjenis daun-daunan, seperti : bayam, kangkung, pakcoy, dan lain-lain.
Bahan dan peralatan dalam membuat pupuk Nitrogen ( N ) adalah : 
  1. Daun-daun hijau 5 kg
  2. Bio-starter 0,25 liter
  3. Wadah/ember 1 buah
  4. Air 5 liter 
  5. Gilingan daging
  6. Drum air 1 buah
  7. Plastik
  8. Tali plastik
  9. Batang kayu
Cara membuat pupuk Nitrogen
  • Daun-daunan sebanyak 5 kg digiling halus
  • Kemudian tempatkan dalam wadah/ember yang telah berisi air selanjutnya masukan Bio-starter 0,25 liter
  • Kemudian tutup rapat dan di simpan dalam tanah. biarkan selama 7 hingga 14 hari
  • Apabila 7 sampai 14 hari terjadi perubahan warna air kehijau-hijauan dan berbau menyengat serta terlihat kental airnya, maka bahan tersebut telah siap digunakan.
B. Fosfor (P)
Bentuk dan fungsi Fosfor (P) didalam jaringan tanaman fosfor dibutuhkan tanaman dalam jumlah relatif besar, sedikit lebih kecil dibawah Nitrogen dan Kalium, setara dengan S, Ca, dan Mg. unsur fosfor (P) sifatnya mobil dalam tanaman, mudah di pindahkan dari bagian daun yang mudah ke titik tumbuh.
Pengaruh penempatan pupuk : 
  • Disebar (surface applications) : mobilitas fosfor dalam tanah terbatas, fosfor akan bergerak ke akar dengan sangat lambat. 
  • Disebar dan dibenamkan (broadcast and incorporate) : fosfor diberikan pada zona perakaran, fosfor terbuka penuh terhadap permukaan tanah, potensi penyematan fosfor maksimal.
  • Larikan (band placement) : mengurangi kontak tanah dengan pupuk, penyematan lebih sedikit dibanding jika di sebar dan di benamkan, akar akan menembus zona fosfor.
  • Cara aplikasi terbaik : tergantung hasil uji tanah dan jenis tanah, larikan sangat penting pada tanah yang memiliki fosfor rendah dengan kapasitas penyematan yang tinggi, pada tanah yang memiliki fosfor tinggi atau tanah dengan kapasitas penyematan rendah aplikasi dengan cara di sebarkan dan di benamkan setiap 3-4 tahun cukup efektif.
Pupuk fosfor ini, biasanya digunakan oleh petani bagi pertumbuhan tanaman sayur jenis buah-buahan, seperti : tomat, cabe, terong dan lain-lain.
Bahan dan peralatan dalam pembuatan pupuk fosfor (P) adalah : 
  1. Batang pisang yang masih segar.
  2. Air 5 liter
  3. Plastik
  4. Ember 1 buah
  5. Batang kayu
  6. Tali plastik
Cara membuat pupuk fosfor (P) : 
  • Batang pohon pisang di potong-potong, dengan ukuran kurang lebih 3-5 cm.
  • Masukkan potongan batang pisang tersebut kedalam wadah yang telah berisi air. 
  • Selanjutnya tutup rapat wadah tersebut dan biarkan selama 7-14 hari.
  • Apabila setelah 14 hari, kondisi air berwarna kecoklatan dan berbau menyengat busuk pisang, maka bahan tersebut telah siap di pergunakan.
C. Kalium (K)
Bentuk dan fungsi Kalium dalam tanaman.
Unsur Kalium dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang besar, yakni terbesar kedua setelah hara Nitrogen. pada tanah yang subur kadar Kalium dalam jaringan hampir sama dengan Nitrogen. 
Fungsi utama Kalium adalah mengaktifkan ensim-ensim dan menjaga air sel. ensim ynag diaktifkan antara lain sentetispati pembuatan ATP, fotosentesis, reduksinetrat, translokasigula ke biji, buah, umbi atau akar. unsur Kalium sangat lincah dalam tubuh tanaman, mudah dipindahkan dari daun tua ke bagian titik tumbuh. 
Jika Kalium berlebihan tidak secara langsung meracuni tanaman. kadar Kalium dalam tanah yang tinggi dapat menghambat penyerapan kation yang lain ( antagonis ) dapat mengakibatkan kekahatan Mg da Ca. unsur Ca sangat tidak mobil dalam tanaman, alih tempat terbatas dari daun tua ke bagian yang sedang tumbuh, dapat menyebabkan kekurangan Ca dalam buah, umbi dan titik tumbuh akar dan batang, kekahatan Ca dapat saja terjadi pada tanah yang memiliki kadar Ca yang tinggi, terutama jika laju transpirasi nya rendah.
Pupuk Kalium ini, biasanya digunakan oleh petani bagi tumbuhan tanaman sayur jenis umbi-umbian, seperti : kacang tanah, wortel, lobak, dan lain-lain.
Bahan dan peralatan dalam pembuatan pupuk Kalium (K) adalah : 
  1. Jerami 1 kg
  2. Daun bambu 0,25 kg
  3. Sabut kelapa 5 kg
  4. Tali plastik
  5. Air 5 liter
  6. Plastik
  7. Ember
Cara pembuatan Kalium (K) 
  • Semua bahan dirajang, kecuali sabut kelapa.
  • Kemudian masukkan bahan-bahan tersebut kedalam wadah yang telah berisi air.
  • Selanjutnya tutup rapat wadah tersebut dan biarkan selama 7-14 hari.
  • Apabila setelah 7-14 hari kondisi air berwarna kehitaman dan berbau menyengat busuk, maka bahan tersebut telah siap dipergunakan. 
 Demikianlah uraian singkat tentang mengenal pupuk tunggal dan cara pembuatannya, Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua.

Read More

Tuesday, September 25, 2012

Mengenal Pupuk Alami

0 comments
  Pupuk adalah bahan dan zat makanan yang diberikan atau ditambahkan kepada tanaman, dengan maksud agar supaya zat makanan untuk tanah itu bertambah. ada dua macam pupuk : Pupuk buatan ( mineral ) dan pupuk alami ( pupuk organik ). pupuk buatan adalah pupuk mineral yang dikeluarkan oleh pabrik pupuk. sedangkan pupuk alami ( pupuk organik ) adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alami, yang terjadi secara alami, mudah didaur ulang melalui bantuan cacing, bakteri, jamur, kapang dan lain-lain. pupuk alami menjadi bahan-bahan unsur hara tanah yang menjadi bahan makanan tanaman. pupuk alami dapat pula diartikan sebagai bahan-bahan organik yang setalah diurai, jasad-jasad reniknya memberikan zat-zat makanan yang mudah dihisap tanaman.
 
  Pada pertanian ekologis, pupuk yang digunakan adalah pupuk alami, karena dengan menggunakan pupuk ini lebih ramah lingkungan dan selaras dengan alam. dan hasil dari tanaman, tidak mengandung zat kimia yang membahayakan bagi tubuh. pertanian seperti ini memberi pupuk pada tanah, bukan pada tanaman. jadi, jika tanah subur, persediaan unsur hara di dalam tanah cukup, maka tanaman akan tumbuh dengan baik.

  Pupuk alami tersebut merupakan sumber bahan organik di dalam tanah. bahan organik tanah adalah keseluruhan sisa-sisa bahan yang berasal dari jasad hidup, baik merupakan bahan yang masih segar maupun yang sudah melalui pembusukkan. bahan organik ini berperan penting di dalam tanah, terutama pengaruhnya terhadap kesuburan tanah.

  Pengaruh pemupukan alami pada struktur tanah dapat mengakibatkan tanah-tanah yang ringan strukturnya menjadi lebih baik, daya mengikat air menjadi lebih tinggi, sedangkan tanah-tanah yang berat menjadi lebih ringan. sementara pengaruh pupuk alami pada pertumbuhan tanaman adalah mempercepat perkembangan tanam-tanaman yang disebabkan oleh adanya perbaikan keadaan makanan. pengaruh yang lain adalah tanaman dapat tumbuh lebih cepat, subur dan sehat, karena pemupukan mempengaruhi daya tahan tanamanterhadap penyakit tertentu.

  Peningkatan dalam usaha pertanian dilakukan pemupukan dengan bahan alami. bahan-bahan alami yang telah mengalami pelapukan dapat dijadikan pupuk denga sifat-sifatnya : 
  1. Dapat memperbaiki sifat-sifat tanah
  2. Dapat mempertahankan kelembaban tanah
  3. Dapat menjadi sumber zat-zat makan bagi tumbuh-tumbuhan
  4. Dapat menjadi sumber makan bagi pertumbuhan mikrooganisme di dalam tanah
  Pemupukan tanah diberikan untuk memberi makanan/nutrisi pada tanaman. dalam melakukan pemupukan untuk pertanian alami, tidak terjadwal seperti pertanian konvensional, tetapi sesuai kebutuhan tanaman. dalam pertanian alami, perlu diperhatikan, jika tanaman kekurangan salah satu unsur yang menjadi makanan utama.
  • Jika tanaman kekurangan netrogen, daun akan berwarna kekuning-kuningan, maka tanaman memerlukan pupuk cair, sebagai tambahan makanan. 
  • Sedangkan tanaman yang kekurangan kalium akan menjadi kerdil dan kadang-kadang ada bercak seperti karat.
  • Jika kekurangan pospor, daun menjadi hijau tua lalu menjadi kemerahan, kecoklatan, lalu mati. jika pada tanaman buah, maka proses bunga akan mudah gugur atau buah dan biji menjadi tidak baik. jika sudah kekurangan unsur tersebut, dalam penanaman perlu ditambahkan pupuk dasar yang banyak.
Demikianlah uraian singkat tentang mengenal pupuk alami semoga bermanfaat bagi anda semua.
Read More

Monday, September 24, 2012

Cara Membuat Bio-starter Dengan Bahan Lokal

2 comments
  Dalam pembuatan pupuk alami, tentunya kita membutuhkan Bio-starter, atau bisa disebut Efektifitas Mikrooganism (EM). Bio-starter berperan sebagai pengurai yang akan mempercepat proses fermentasi bahan alami menjadi nutrisi. bahan-bahan untuk membuat Bio-starter menggunakan bahan lokal, seperti : 
  1. Terasi 1/4 kg
  2. Gula pasir 1 kg
  3. Batang pohon pisang busuk
  4. Dedak/bekatul 1 kg
  5. Air mendidih 5 liter
  6. 1 buah Wadah/tong ukuran sedang
  7. 1 buah Kantong plastik ukuran sedang
  8. 1 buah Jerigen
  9. 1 buah Ember
  10. Batang kayu ukuran 50 cm 
  11. 1 gumpal kecil tali plastik
Proses pembuatan Bio-starter :
Tahap 1.
  • Rebus air 5 liter hingga mendidih, kemudian sisihkan pada wadah.
  • Masukkan 1/4 kg terasi ke dalam wadah air dan aduk.
  • Kemudian, masukkan 1 kg gula pasir dan aduk.
  • Masukkan pula 1 kg bekatul dan aduk.
  • Dinginkan sambil diaduk.
Tahap 2
  • Gedebong pisang yang sudah busuk diperas.
  • Sisihkan air perasannya sebanyak 5 liter.
Tahap 3
  • Campur adonan pada tahap 1 dan tahap 2, kemudian aduk hingga merata.
  • Tutup rapat campuran tersebut selama 3 hari dengan plastik yang diikatkan tali rapia pada wadah.
Tahap 4
  • Buka campuran setelah 3 hari, kemudian aduk campuran tersebut.
  • Tutup kembali dan buka keesokan harinya untuk diaduk sesuai kebutuhan. ulang proses serupa sampai hari ke 10.
  • Pada tahap 4 dilakukan evaluasi terhadap adonan media Bio-starter. media Bio-starter yang siap digunakan memiliki ciri : berbusa dan berbau asam.
  • Bio-starter yang akan disimpan, sebaiknya ditempatkan pada jerigen.
Demikianlah cara pembuatan Bio-starter dengan bahan lokal, semoga bermanfaat bagi kita semua.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   
Read More

Thursday, September 20, 2012

Mengenal Pupuk Kompos dan Proses Pembuatannya

1 comments
Pupuk Kompos

  Kompos adalah hasil akhir bahan organik yang di proses dengan bantuan bakteri. Kompos tidak hanya terdapat unsur hara N, P, dan K saja, tetapi mengandung unsur hara Fe, S, Ca, Mg, dan lain-lain. keuntungan dalam menggunakan pupuk kompos adalah mengurangi problem pencemaran lingkungan hidup secara nyata terutama sampah-sampah organik. 

Bahan-bahan pembuatan Kompos adalah
  1. 600 kg kotoran Kambing atau Sapi
  2. 150 kg Sekam
  3. 300 kg daun-daun hijau
  4. 2,5 kg Dolomit
  5. 1,5 liter Bio-starter
  6. 1 lembar terpal ukuran 3x4 m
Masing-masing bahan yang di gunakan dalam pembuatan pupuk alami berperan dalam mempersiapkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. 
  • Kotoran Kambing/Sapi memilki peranan yang sangat besar sebagai nutrisi yang lengkap.
  • Sekam berperan dalam menciptakan porositas dan gerasi tanah yang sangat di perlukan dalam proses pertumbuhan tanaman.
  • Daun-daunan hijau berperan dalam mempertahankan kelembaban dengan kemampuan mengikat air yang baik, sekaligus sebagai sumber nutrisi setelah didekomposisikan.
  • Bio-starter beperan sebagai pengurai yang akan mempercepat proses fermentasi bahan organik menjadi nutrisi.
  • Dolomit berperan dalam meningkatkan PH tanah yang akan mengoptimalkan proses fermentasi dan ketersediaan nutrisi dalam kandungan pupuk.
  • Air beperan dalam mempercepat proses pematangan pupuk dengan kelebaban yang cukup.
Catatan : Perbandingan antara kotoran Kambing atau Sapi : Sekam : Daun-daun Hijau : Dolomit, adalah 2 : 1 : 1 : 0,1. sedangkan Bio-starter yang digunakan sebanyak 5 takaran tutup botol air kemasan untuk air 1 gembor dan setiap lapisan memerlukan 4 gembor sampai 5 gembor. 

Proses Pembuatan Kompos :

Proses pelapisan daun-daun hijau
1. Pada lapisan pertama alas dari daun-daunan hijau tanpa di cincang yang sudah 10-20 cm. alas tersebut di basahi dengan bio-starter sampai seluruh bagian basah. untuk lebih jelas silahkan lihat gambar diatas.

Penaburan kotoran Kambing

2. Untuk lapisan kedua di lapisi dengan kotoran Kambing atau Sapi setinggi 20 cm. untuk lebih jelas silahkan lihat gambar di atas.
Penaburan Dolomit



3. Di atas kotoran Kambing atau Sapi ditaburi dengan dolomit secukupnya. pada gambar diatas adalah proses penaburan dolomit.
Pelapisan sekam dan penyiraman dengan Bio-starter


4. Kemudian di tutup dengan sekam. setelah sekam merata di siram dengan Bio-starter yang telah dilarut kan air dan disiram sampai seluruh bagian basah. gambar di atas adalah proses penyiraman Bio-starter pada lapisan sekam.
5. Selanjutnya dilakukan proses yang sama untuk lapisan kedua.
Penutupan dengan terpal

6. Setelah semua bahan selesai, selanjutnya di tutup dengan terpal ( plastik ) dan dibiarkan selama 2 bulan untuk proses dekomposisi selama 60 hari dan pupuk siap di gunakan.
Catatan : Proses dekomposisi menjadi pupuk alami dapat di percepat hingga 20 hari, dengan perlakuan pengadukan pada hari ke-4, hari ke-15, kemudian pada hari ke-20. pengadukan ini dilakukan  untuk membalikan posisi adonan di tengah ke posisi luar.

Demikianlah uraian singkat tentang Mengenal Pupuk Kompos dan Proses Pembuatannya semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca.
 
Read More

Popular Posts