Thursday, September 20, 2012

Mengenal Pupuk Kompos dan Proses Pembuatannya

Pupuk Kompos

  Kompos adalah hasil akhir bahan organik yang di proses dengan bantuan bakteri. Kompos tidak hanya terdapat unsur hara N, P, dan K saja, tetapi mengandung unsur hara Fe, S, Ca, Mg, dan lain-lain. keuntungan dalam menggunakan pupuk kompos adalah mengurangi problem pencemaran lingkungan hidup secara nyata terutama sampah-sampah organik. 

Bahan-bahan pembuatan Kompos adalah
  1. 600 kg kotoran Kambing atau Sapi
  2. 150 kg Sekam
  3. 300 kg daun-daun hijau
  4. 2,5 kg Dolomit
  5. 1,5 liter Bio-starter
  6. 1 lembar terpal ukuran 3x4 m
Masing-masing bahan yang di gunakan dalam pembuatan pupuk alami berperan dalam mempersiapkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. 
  • Kotoran Kambing/Sapi memilki peranan yang sangat besar sebagai nutrisi yang lengkap.
  • Sekam berperan dalam menciptakan porositas dan gerasi tanah yang sangat di perlukan dalam proses pertumbuhan tanaman.
  • Daun-daunan hijau berperan dalam mempertahankan kelembaban dengan kemampuan mengikat air yang baik, sekaligus sebagai sumber nutrisi setelah didekomposisikan.
  • Bio-starter beperan sebagai pengurai yang akan mempercepat proses fermentasi bahan organik menjadi nutrisi.
  • Dolomit berperan dalam meningkatkan PH tanah yang akan mengoptimalkan proses fermentasi dan ketersediaan nutrisi dalam kandungan pupuk.
  • Air beperan dalam mempercepat proses pematangan pupuk dengan kelebaban yang cukup.
Catatan : Perbandingan antara kotoran Kambing atau Sapi : Sekam : Daun-daun Hijau : Dolomit, adalah 2 : 1 : 1 : 0,1. sedangkan Bio-starter yang digunakan sebanyak 5 takaran tutup botol air kemasan untuk air 1 gembor dan setiap lapisan memerlukan 4 gembor sampai 5 gembor. 

Proses Pembuatan Kompos :

Proses pelapisan daun-daun hijau
1. Pada lapisan pertama alas dari daun-daunan hijau tanpa di cincang yang sudah 10-20 cm. alas tersebut di basahi dengan bio-starter sampai seluruh bagian basah. untuk lebih jelas silahkan lihat gambar diatas.

Penaburan kotoran Kambing

2. Untuk lapisan kedua di lapisi dengan kotoran Kambing atau Sapi setinggi 20 cm. untuk lebih jelas silahkan lihat gambar di atas.
Penaburan Dolomit



3. Di atas kotoran Kambing atau Sapi ditaburi dengan dolomit secukupnya. pada gambar diatas adalah proses penaburan dolomit.
Pelapisan sekam dan penyiraman dengan Bio-starter


4. Kemudian di tutup dengan sekam. setelah sekam merata di siram dengan Bio-starter yang telah dilarut kan air dan disiram sampai seluruh bagian basah. gambar di atas adalah proses penyiraman Bio-starter pada lapisan sekam.
5. Selanjutnya dilakukan proses yang sama untuk lapisan kedua.
Penutupan dengan terpal

6. Setelah semua bahan selesai, selanjutnya di tutup dengan terpal ( plastik ) dan dibiarkan selama 2 bulan untuk proses dekomposisi selama 60 hari dan pupuk siap di gunakan.
Catatan : Proses dekomposisi menjadi pupuk alami dapat di percepat hingga 20 hari, dengan perlakuan pengadukan pada hari ke-4, hari ke-15, kemudian pada hari ke-20. pengadukan ini dilakukan  untuk membalikan posisi adonan di tengah ke posisi luar.

Demikianlah uraian singkat tentang Mengenal Pupuk Kompos dan Proses Pembuatannya semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca.
 

2 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts